Translate

Selasa, 14 Mei 2013

Kerangka Berpikir Ilmu Kalam

Kerangka Berpikir Aliran-aliran Ilmu kalam Perbedaan pendapat di dalam masalah objek teologi sebenarnya berkaitan erat dengan cara(metode) berpikir aliran-aliran ilmu kalam dalam menguraikan objek pengkajian(persoalan-persoalan kalam). Umai Sulaiman As-Syaqar mengatakan pemicu terjadinya perbedaan ada tiga, yaitu persoalan keyakinan(a’qoid), persoalan syariah dan persoalan politik. Perbedaan metode berpikir secara garis besar dapat dikategorikan pada dua macam, yaitu metode berpikir rasional dan metode berpikir tradisional. Metode berpikir rasional memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Hanya terkait pada dogma-dogma yang dengan jelas dan tegas disebut dalam Al-Quran dan Hadis Nabi, yaitu ayat yang qathi. 2. Memberikan kebebasan kepada manusia dalam berbuat dan berkehendak serta memberikan daya yang kuat pada akal. Metode berpikir tradisional memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Terikat pada dogma-dogma dan ayat-ayat yang mengandung arti zhanni. 2. Tidak memberikan kebebasan kepada manusia dalam berkehendak dan berbuat. 3. Memberikan daya yang kecil pada akal. Perbedaan kerangka berpikir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kalam 1. Aliran Antroposentri Aliran antroposentris menganggap bahwa hakikat realitas transenden bersifat intrakosmos dan impersonal.Manusia adalah anak kosmos, unsur supranatural dalam dirinya merupakan sumber kekuatannya, tugas manusia adalah melepas unsur natura yang jahat.Aliran teologi yang termasuk kedalam katagori ini adalah Qadariah, Mu’tazila, Syi’ah. 2. Teolog Teosenteris Aliran teosinteris menganggap bahwa hakikat realitas transenden bersifat suprakosmos, personal, dan ketuhanan. Tuhan adalah pencipta segala sesuatu yang ada di kosmos ini.oleh karena itu, ia –dengan segala kekusaan-Nya- mampu berbuat semua hal yang mutlak. Aliran teologi yang dapat dimasukkan ke dalam kategori ini adalah Jabariah. 3. Aliran Konvergensi atau Sintesis 4. Aliran Nihilis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar